obat tradisional dada terasa panas

Obat Ampuh Dada Terasa Panas Mujarab


Rasa panas di dada merupakan sensasi yang umum terjadi ketika asam lambung meningkat, dan sensasi yang umum terjadi ketika makanan yang telah masuk ke lambung kembali lagi ke esofagus, sehingga menimbulkan rasa panas sampai ke dada. Sebelum membahas mengenai obat tradisional untuk menyembuhkan dada terasa panas.

Beberapa hal sederhana berikut ini dapat dilakukan untuk mencegah munculnya sensasi dada terasa panas:
  1. Menghindari pemakaian pakaian yang ketat dan menekan tubuh.
  2. Berhenti merokok dan hindari menjadi perokok pasif.
  3. Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi.
  4. Hindari mengonsumsi makanan yang dapat memicu rasa terbakar di dada seperti coklat, kopi dengan kandungan kafein yang tinggi, produk yang mengandung tomat (mislanya saus tomat), alkohol, dan minuman bersoda

Sensasi panas yang dirasakan di dada pada umumnya muncul dengan adanya rasa hangat sampai perasaan terbakar di dada dan kerongkongan.

 Gejala lain yang umumnya mengikuti yaitu:
  • Perasaan terbakar di dada bagian tengah
  • Nyeri menjalar, umumnya mencapai bagian rahang
  • Perasaan seperti terbakar dan tidak nyaman (terkadang pasien mendeskripsikan perasaan tersebut sebagai rasa nyeri)
  • Perasaan terbakar dan tidak nyaman di mulut
Beberapa hal berikut ini dapat menjadi obat tradisional untuk menyembuhkan dada yang terasa panas:

1.Mengonsumsi susu 
Susu dapat menjadi buffer atau penetralisir asam lambung karena kandungan kalsium di dalamnya, namun kandungan natrium, dan lemak yang dapat merangsang lambung untuk menghasilkan asam lambung. Sehingga susu boleh dikonsumsi namun tidak dalam porsi yang berlebihan.

2.Susu kacang almond 
Susu dan kacang almond yang memang telah terbukti baik bagi sistem pencernaan tubuh manusia dapat dikonsumsi bersama untuk meredakan rasa panas di dada. Susu kacang almond dapat diminum sebagai menu sarapan. Untuk membuat rasa susu almond semakin nikmat, dapat ditambahkan beberapa potong buah strawberry, dan buah pisang yang sudah didinginkan. 

3.Salad
Walaupun ketika dalam kondisi dada terasa terbakar agak sulit menimbulkan nafsu untuk mengonsumsi salad, namun tetap saja mengonsumsi salad baik untuk meredakan rasa terbakar di dada. Campuran salad dari berbagai jenis sayuran hijau akan sangat baik apabila ditambahkan dengan lemon atau beberapa tetes minyak zaitun.

4.Aloe vera dan kefir
Sejak awal tahun 2017, kefir atau susu kambing yang telah difermentasi menjadi laris di pasaran kosmetik karena berkhasiat dalam mengobati jerawat yang meradang, serta dipercaya mampu mencerahkan kulit wajah. Ternyata di samping itu, kefir memiliki khasiat dapat meredakan rasa panas di dada dengan cara mencampurkan beberapa cup kefir dan satu sendok teh lidah buaya. (hindari mengonsumsi terlalu banyak karena aloe dapat memacu diare dan nyeri pada perut).

5.Ikan
Dapat dikonsumsi dengan cara dipanggang, direbus, atau dibakar. Namun tidak direkomendasikan mengonsumsi ikan yang digoreng untuk meredakan rasa panas di dada.

6.Putih telur
Sebagai sumber makanan yang kaya akan protein, putih telur dapat menurunkan asam dan mengurangi gejala panas di dada yang disebabkan karena meningkatnya asam di lambung.

Komplikasi yang mungkin timbul apabila rasa panas di dada terus menerus dibiarkan:
  1. Munculnya ulkus pada esofagus (kerongkongan)
GERD atau penyakit yang disebabkan karena makanan kembali naik ke esofagus atau kerongkongan merupakan penyebab umum terjadi ulkus atau perlukaan pada kerongkongan yang menimbulkan bengkak pada kerongkongan seseorang. Gejala terjadinya ulkus dapat dilihat dengan munculnya rasa nyeri menelan, mual, dan nyeri pada dada.
  1. Esofagitis
Asam lambung yang terus menerus meningkat dan mencapai kerongkongan dapat dengan mudah menimbulkan iritasi pada kerongkongan sehingga menyebabkan bengkaknya kerongkongan. Inflamasi atau peradangan tersebut disebut sebagai esofagitis yang pada akhirnya menimbulkan rasa sakit ketika menelan.
  1. Penyempitan esofagus
Iritasi yang terus menerus terjadi di esofagus lama kelamaan dapat menimbulkan perlukaan di esofagus. Sebagai respon normal tubuh, apabila terjadi perlukaan, maka sel- sel pada tubuh akan membentuk jaringan parut yang menebal untuk menutupi luka tersebut. Pembentukan jaringan parut tersebut dapat memperkecil diameter dari esofagus. Pengecilan atau penyempitan pada esofagus ini dapat menimbulkan gejala lanjutan berupa sulit menelan makanan maupun meneguk minuman, hal tersebut merupakan penyebab dari berkurangnya berat bada dan munculnya gejala dehidrasi pada pasien ini.
  1. Barrett’s esofagus
Barret esofagus menurut buku kedokteran merupakan komplikasi dari sebnayak 5 – 10 % pasien yang megalami GERD. Kondisi komplikasi ini disebabkan karena asam lambung yang menimbulkan lesi pra kanker, komplikasi ini perku penanganan yang lebih serius oleh dokter. Dokter akan melakukan prosedur yang disebut endoskopi (memasukkan tube dengan kamera ke dalam esofagus) dan membuang sel abnormal (pra kanker) tersebut, namun prosedur ini harus dilakukan segera setelah ditemukannya tanda- tanda barret’s esofagus.
Penting untuk diingat bahwa rasa terbakar di dada merupakan jenis keluhan yang sangat bisa dicegah. Pencegahan dapat dimulai dari memperbaiki pola makan maupun jenis makanan yang dikonsumsi, meningkatkan aktifitas fisik, menghindari kebiasaan- kebiasaan yang dapat memacu meningkatnya asam lambung, sampai memperhatikan obat- obatan yang dikonsumsi.
  
Hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa obat yang dapat memicu atau memiliki efek samping berupa gejala seperti dada terasa panas. Obat tersebut antara lain:
  • Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) atau NSAID yang sering dikonsumsi untuk mengobat gejala peradangan
  • Calcium Channel Blockers yang biasa dikonsumsi untuk menurunkan tekanan darah
  • Obat sesak nafas (asma) termasuk jenis beta- agonist (contohnya albuterol
  • Antikolinergik, obat yang digunakan untuk meredakan reaksi alergi dan glaucoma
  • Obat- obat pereda nyeri dan sedatif (obat yang memicu rasa kantuk)
  • Beberapa antibiotik
  • Tablet besi (biasa diresepkan untuk pasien anemia)
Berkenaan aktifitas fisik, beberapa aktifitas fisik berikut ini dapat dilakukan untuk mengurangi sensasi panas di dada:
  • Mulailah untuk melatih kerja jantung dengan cara bersepeda dan berjalan santai. Aktivitas fisik yang dilakukan termasuk ringan namun dapat mengurangi kelebihan berat badan dan meringankan gejala panas pada dada.
  • Latihan mengambil nafas. Latihan mengambil nafas dapat dilakukaan dengan cara berlatih yoga dengan instruktur yang berpengalaman. Latihan kekuatan nafas ini apabila tidak dilakukan dengan hati – hati, dapat memicu memperburuk keadaan. Salah satu jurnal yang membahas mengenai pengaruh olahraga dengan kesehatan menemukan bahwa peselancar yang memiliki kebiasaan berbaring di atas papan selancarnya memiliki 4 kali kemungkinan lebih besar terjadinya peningkatan asam lambung yang menyebabkan sensasi dada terasa panas.
  • Hindari dehidrasi. Setelah melakukan aktifitas fisik, manusia cenderung merasa haus sehingga memutuskan untuk meminum air yang banyak. Direkomendaiskan untuk selalu menjaga keseimbangan cairan tubuh karena meminum air dalam jumlah yang banyak secara tiba –tiba dapat memperburuk keadaan GERD.
 





 

Comments

Popular posts from this blog

Penyebab Dan Gejala Serta Cara Mengatasi Penyakit Gagal Ginjal

Cara Mengatasi Dehidrasi Secara Ampuh

Gejala,Penyebab, Dan Pencegahan Penyakit Diabetes Mellitus